Home Uncategorized Cetak Laba Bersih Rp 59,66 Miliar di 2023, KDB TIFA Kembali Absen...

Cetak Laba Bersih Rp 59,66 Miliar di 2023, KDB TIFA Kembali Absen Tebar Dividen

17
0
Cetak Laba Bersih Rp 59,66 Miliar di 2023, KDB TIFA Kembali Absen Tebar Dividen

Jakarta – PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) membukukan laba bersih sebesar Rp 59,66 miliar pada tahun 2023, atau tumbuh 4,57 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 57,06 miliar.

Baca Juga:

Raup Pendapatan Rp 1,74 Triliun pada Kuartal I-2024, AirAsia Indonesia Masih Merugi

“Kemudian pendapatan juga naik 9,26 persen, dari Rp 158,9 miliar menjadi Rp 173,6 miliar di tahun 2023,” kata Direktur TIFA, Ester Gunawan, kepada awak media di Jakarta, dikutip Jumat, 14 Juni 2024.

Sementara dari sisi asset, perusahaan multifinance ini juga mencatat bahwa pada periode 2023, telah terjadi peningkatan aset sebesar 12,48 persen menjadi Rp 1,80 triliun.

Baca Juga:

Capaian 2023, Pertamina Raih Laba Rp 72 Triliun

Ilustrasi investor pasar modal.

Foto :

  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Meski demikian, para pemegang saham TIFA sepakat memutuskan bahwa perusahaan multifinance tersebut tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2023. “Tidak akan ada di tahun ini (pembagian dividen), dan akan dipertimbangkan di tahun berikutnya,” ujar Ester.

Baca Juga:

Perkuat Modal, Maximus Insurance Optimistis Laba Bersih Naik 166 Persen di 2024

Dia menjelaskan, keputusan itu diambil karena KDB Finance akan memanfaatkan labanya untuk menambah saldo laba ditahan perusahaan.

“Iya, karena masih diperlukan pemupukan,” ujarnya.

Sebagai informasi, para pemegang saham menyepakati untuk menggunakan laba perusahaan tahun buku 2023 yang akan ditahan, dengan rincian sebesar Rp 50 juta dialokasikan sebagai dana cadangan, dan Rp 59,61 miliar sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

Absennya TIFA menebar dividen seperti ini juga terjadi pada tahun lalu, dimana para pemegang saham kala itu juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022.

Sementara, penggunaan laba bersih sebesar Rp 57,06 miliar pada tahun tersebut, akan dibukukan sebagai Dana Cadangan sebesar Rp 50 miliar dan sisanya dibukukan sebagai Laba Ditahan, untuk menambah modal kerja Perseroan.

Halaman Selanjutnya

Sebagai informasi, para pemegang saham menyepakati untuk menggunakan laba perusahaan tahun buku 2023 yang akan ditahan, dengan rincian sebesar Rp 50 juta dialokasikan sebagai dana cadangan, dan Rp 59,61 miliar sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

Halaman Selanjutnya

Source link